Kapolsek Mojowarno AKP Yogas saat menunjukkan barang bukti parang milik pelaku pembacokan. (istimewa)
Kapolsek Mojowarno AKP Yogas saat menunjukkan barang bukti parang milik pelaku pembacokan. (istimewa)

Seorang pelajar di Jombang menjadi korban pengeroyokan 3 pemuda yang sedang mabuk. 

Ketiga pelaku ini tidak hanya memukuli korban, melainkan juga membacok korbannya. 

Saat ini, ketiga pelaku sudah diamankan oleh petugas kepolisian.

Peristiwa nahas tersebut dialami oleh Angga Briyan Raflianto (17), warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang. 

Sedangkan ketiga pelaku yang tega menganiaya korban merupakan warga Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Jombang, yakni Maulana Sumardi Umur (18),  Muhammad Fendik Andrianto (19) dan Muhammad Anas Chafid Areofi'i (19).

Kapolsek Mojowarno AKP Yogas mengatakan, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di persimpangan tugu penceng, Desa Menganto, Kecamatan Mojowaro, Kamis (19/3) pukul 00.15 WIB.

Saat itu ketiga pelaku yang berboncengan tiga mengendarai sepeda motor Suzuki Smash tanpa plat nomor, menghentikan laju motornya di lokasi kejadian. 

Sedangkan, korban yang juga berada di lokasi yang sama kebetulan berteriak memanggil temannya bernama Agus.

Karena korban memanggil temannya dengan nada keras, ketiga pelaku ini tersinggung dan menghampiri korban. 

Seketika itu, tersangka Maulana langsung memukul kepala korban sebanyak 3 kali.

Tidak berhenti di situ, tersangka lain yaitu Fandik juga menghampiri korban dan membacok tubuh korban dengan parang atau pedang yang dibawa oleh pelaku. 

Korban yang sudah terkapar di jalan, kemudian ditendang kepalanya oleh tersangka Anas.

"Korban mengalami luka memar dan robek di bagian punggung dan wajah," ujar Yogas saat dihubungi wartawan, Senin (23/3).

Pengakuan para pelaku, lanjut Yogas, ketiganya sedang terpengaruh alkohol atau dalam kondisi mabuk. 

Sedangkan, pedang atau parang yang digunakan membacok korban, kata Yogas, akan digunakan oleh pelaku untuk mencari kodok.

"Yang jelas mereka tiba-tiba muncul emosi itu karena mereka terpengaruh minuman keras. Ketiganya juga mengakui telah mengkonsumsi minuman keras," ungkapnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban yang merupakan pelajar kelas XI SMK di Kecamatan Mojowarno itu harus dirawat di rumah sakit.

Sedangkan, ketiga pelaku terancam hukuman 5 tahun penjara.

"Pelaku kita kenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan," pungkasnya.(*)