Kondisi jalan Desa Jombok yang terendam banjir setinggi 50 sentimetermeter. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Kondisi jalan Desa Jombok yang terendam banjir setinggi 50 sentimetermeter. (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Banjir setinggi 60 sentimeter merendam Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Banjir yang merendam ratusan rumah warga ini terjadi sudah 3 hari terakhir.

Banjir yang terjadi di perbatasan Jombang-Mojokerto dimulai sejak Minggu (2/2) malam. Saat itu, hujan turun cukup deras sejak sore hingga malam hari. Intensitas hujan yang cukup tinggi itu mengakibatkan Sungai Avur Watudakon di desa tersebut meluap hingga ke pemukiman.

Ketinggian air di Dusun Beluk cukup bervariasi, mulai dari 10-60 sentimeter. Seperti di RT 03 RW 01 Dusun Beluk, ketinggian air terpantau hingga selutut orang dewasa.

"Minggu malam itu sudah mulai (banjir, red). Besoknya (Senin, red) mulai naik airnya hingga sekarang," terang warga RT 03 RW 01 Dusun Beluk, Sulaiman (65) saat diwawancarai di kediamannya, Selasa (4/2) siang.

Kondisi banjir yang terus meninggi ini, Sulaiman berencana untuk mengungsi. Ia terpaksa mengungsi karena terkendala kebutuhan air bersih di rumahnya. Ia juga khawatir dengan ketinggian air yang terus bertambah.

Di tahun sebelumnya, Sulaiman juga mengungkapkan bahwa ia bersama istrinya mengungsi ke rumah saudara di Mojokerto.

"Kalau sudah banjir seperti ini, dua tiga hari seperti ini ya mengungsi. Saya tahun kemarin mengungsi ke rumah saudara di Wates, Mojokerto," ujarnya.

Selain Sulaiman, banjir hingga memasuki rumah juga dialami oleh Suwarti (67) warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben. Di rumah Suwarti ini, tiga kamarnya tergenangi air setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimetermeter. Sejumlah prabotan seperti kasur, baju dan alat-alat elektronik terlihat diamankan di atas meja.

Meski air sudah mulai tinggi, namun Suwarti belum memutuskan untuk mengungsi. "Ini belum mengungsi. Nanti kalau tambah tinggi akan mengungsi," kata Suwarti.

Sementara, Kepala Dusun Beluk Sustiyo Budiyanto menerangkan, banjir yang terjadi sudah terjadi 3 hari terakhir ini. Sedikitnya sudah ada sekitar 150 rumah yang terdampak.

"Kalau orang yang terdampak sekitar 170 KK (Kepala Keluarga)," bebernya.

Untuk saat ini, pemerintah desa setempat telah menyiapkan 3 posko untuk melayani warga terdampak. Posko bencana didirikan di rumah Kasun Beluk, kantor Dusun Beluk dan kantor Desa Jombok.

"Kita juga koordinasi dengan BPBD Jombang untuk air bersih. Sudah dikirim 10 ribu liter air hari ini, dan MCK Mobil yang portabel itu," pungkasnya.(*)