Salah satu meme yang bertebaran di Twitter terkait kerja sama Kemdikbud dengan Netflix. (Foto: istimewa)
Salah satu meme yang bertebaran di Twitter terkait kerja sama Kemdikbud dengan Netflix. (Foto: istimewa)

Warganet antusias menyambut kemitraan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI dengan Netflix.

Untuk diketahui, Netflix adalah layanan yang memungkinkan pengguna menonton tayangan kesukaan di mana pun, kapan pun, dan hampir lewat medium apa pun (smartphone, smartTV, tablet, PC, dan laptop).

Sikap Kemdikbud yang terbuka dengan Netflix ini sangat kontras dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seperti yang diketahui, saat ini layanan Netflix telah diblokir oleh layanan telekomunikasi Telkom dan Telkomsel.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkminfo) Johnny G Plate pun seakan kian menyulut kemarahan pengguna Netflix lantaran meminta Netflix untuk mendahulukan film buatan karya anak bangsa.

"Kita minta Netflix Original jangan dulu lah di Indonesia. Gunakan dulu hasil kreativitas anak Indonesia sendiri dulu, kalau bisa," ucapnya, Senin (6/1/2020).

Sikap tersebut berbeda dengan Kemdikbud yang justru menggandeng Netflix untuk program menjalin kemitraan dan meningkatkan industri film nasional. Terutama di bidang pengembangan ide cerita, penulisan skenario dan pascaproduksi film.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim bahkan mengapresiasi Netflix.

"Kami apresiasi Netflix yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan perfilman Indonesia. Kemitraan ini kita lakukan sebagai upaya mendukung dan menginternasionalkan produksi film anak bangsa," ucap Nadiem pada rilisan persnya, Kamis (9/1/2020).

Warganet di berbagai media sosial tak hanya antusias dengan langkah Kemdikbud. Melainkan juga membandingkan Kemdikbud dengan Kominfo. Berikut ini beberapa cuitan warganet di Twitter.

"Sebuah kesenjangan ketika Menkominfo-nya terlalu kolot dan menolak perkembangan jaman, sementara Mendikbud-nya sangat beorientasi pada perkembangan jaman dan teknologi. Sehingga bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin," ucap @ET_Febrian.

"Bedanya boomer dan non boomer," kata @AdiKaGuna.

Bahkan @asumsico sampai membuat meme.

"Kemendikbud: 1 -  Kemenkominfo: 0," tulisnya.

Ada juga meme lain yang bertebaran di Twitter. Meme ini menunjukkan Netflix yang ditendang oleh Telkom Indonesia, Telkomsel, dan Kemenkominfo lalu dirangkul oleh Kemdikbud.

Dalam rilisan Kemdikbud, peningkatan kapasitas menjadi fokus utama kemitraan yang dibangun Kemdikbud dengan Netflix.

"Untuk mendorong pertumbuhan industri film, Indonesia membutuhkan pool of talent dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam memproduksi film dengan konten berkualitas tinggi untuk memikat penonton, dan mempromosikan budaya kita kepada dunia melalui karyanya," ungkap Nadiem.

Kemitraan ini, dijelaskan Nadiem, akan berfokus pada pengembangan kemampuan yang meliputi penulisan kreatif (creative writing), pelatihan pasca-produksi, serta lomba film pendek. Selain itu, akan ada juga pelatihan di bidang keamanan online (online safety), serta tata kelola untuk menghadapi pertumbuhan industri kreatif yang dinamis.

"Berbagai inisiatif ini merupakan tahap permulaan. Kami semua sangat bersemangat dan menungggu-nunggu dampak positif dari kemitraan ini dalam mengembangkan sektor perfilman Indonesia," tegasnya.

Terkait inisiatif yang akan dilaksanakan, Kuek Yu-Chuang, Managing Director, Netflix Asia Pacific, menjelaskan bahwa melalui inisiatif-inisiatif yang dikerjakan bersama Kemendikbud, Netflix ingin bisa berkontribusi pada pertumbuhan komunitas kreatif di Indonesia.

Pihaknya merasa tertarik dan bersemangat melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk menghasilkan generasi penerus industri perfilman nasional. Terlebih dengan semangat baru untuk mengembangkan dunia perfilman Indonesia dari Pemerintah.

Netflix juga percaya akan ada banyak cerita hebat yang dihasilkan dari Indonesia. Sekaligus berharap cerita-cerita tersebut bisa membawa tema-tema unik mengenai Indonesia dan dapat dinikmati oleh masyarakat dunia.

"Dan cerita-cerita Indonesia ini tersedia tidak hanya untuk orang Indonesia, tapi juga untuk penonton di seluruh dunia," tandasnya.