Fatkhurohman terlihat sedang merakit miniatur motor vespa berbahan dasar kaleng minuman bekas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Fatkhurohman terlihat sedang merakit miniatur motor vespa berbahan dasar kaleng minuman bekas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Melalui tangan dingin Fatkhurohman (24), warga Dusun/Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang, kaleng bekas minuman disulapnya menjadi barang bernilai ekonomi. Karyanya pun dipesan hingga ke luar provinsi.

Ditemui di kediamannya, Jumat (8/11) siang, bapak satu anak ini sudah terlihat sibuk dengan tumpukan kaleng minuman bekas dan gunting yang berada di tangan. Kesibukan Fatkhur ini untuk membuat miniatur mobil, truk dan motor vespa berbahan dasar limbah kaleng minuman. Kaleng-kaleng minuman itu, ia beli dari tempat pengepul rongsokan. 

Untuk membuat miniatur mobil atau truk, terlebih dahulu kaleng bekas tersebut dicuci untuk membersihkan sisa minuman. Setelah itu, kaleng-kaleng tersebut digunting sesuai ukuran dan pola yang telah ditentukan.

Selesai dipotong menjadi beberapa bagian, potongan kaleng dirangkai mengikuti pola yang telah didesain menyerupai mobil maupun truk. Dalam merangkai potongan kaleng itu, ia menggunakan lem khusus sebagai perekat. Kaleng ditampakkan bagian luar sehingga menciptakan pola gambar atau warna yang menarik.

Untuk bagian roda, miniatur mobil dan truk ini juga memanfaatkan tutup botol minuman yang telah direkati karet bekas. Sehingga menyerupai roda asli mobil.

Lain halnya dengan membuat miniatur motor vespa. Untuk membuat miniatur vespa, Fatkhur merangkai potongan kaleng dengan menampakkan sisi dalam kaleng. Hal tersebut bertujuan agar miniatur vespa bisa dicat sesuai dengan warna yang dipesan oleh pembeli.

"Ini bisa dipasang ornamen seperti onderdil lampu, spion, stir, sadel dan lainnya. Sedangkan untuk truk, bahan kaleng tetap mengandalkan aneka warna kaleng bagian luar yang mencolok," terang pria yang sehari-hari berjualan cilok itu.

Untuk membuat satu miniatur kendaraan, Fatkhur membutuhkan waktu maksimal dua hari, tergantung tingkat kerumitan maupun ukurannya. Sementara ini, ia mengerjakan miniatur itu sendirian. "Satu jenis mainan ini dua hari untuk vespa, kalau truk ini satu hari. Kesulitannya di pemotongan kaleng," ujarnya.

Dijelaskan Fatkhur, pengetahuan membuat miniatur kendaraan ini ia dapat dari internet. Saat itu ia hanya iseng untuk membuatkan mainan putranya. "Awalnya iseng-iseng ajah buat anak. Pertama saya buat truk dulu. Saya lihat di internet ada miniatur vespa dari kaleng bekas, saya coba buat itu dan jadi. Saya coba buat lagi, saya perbarui saya asa lagi dan hasilnya kok malah menyerupai dengan yang asli," tandasnya.

Dari hasil iseng-iseng itu, suami dari Anik Firnanda ini mencoba untuk menjualnya melalui sosial media. Enam bulan menjalani usahanya itu, kini kreasinya sudah mulai dilirik masyarakat luas.

Selain pembeli dari Jombang, Fatkhur menyebutkan, pemesanan juga datang dari Jakarta dan Medan. Untuk harganya, ia mematok harga dari Rp 35-110 ribu. "Ini saya jual online mas. Harganya 35-110 ribu, tergantung kerumitan dan ukurannya," ungkapnya.

Sementara ini, ia berencana akan berhenti jadi penjual cilok, dan akan fokus mengembangkan usaha pembuatan miniatur vespa dan truk tersebut. "Ya karena untuk saat ini saja yang pesan miniatur jenis kendaraan yang lain sudah mengantri untuk dibuatkan," pungkasnya.(*)

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load