Barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan polisi dari tangan pelaku. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Barang bukti sabu-sabu yang berhasil diamankan polisi dari tangan pelaku. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Seorang kurir sabu-sabu beromzet ratusan juta dibekuk oleh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jombang. Pemilik barang masih dalam pengejaran polisi.

Kurir sabu-sabu tersebut diketahui bernama Budi (25), warga Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Sehari-hari Budi berprofesi sebagai pengepul rongsokan.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid mengungkapkan, pelaku sudah menjadi Target Operasi (TO) polisi sejak sebulan terakhir. Pelaku ditangkap oleh anggota Satresnarkoba Polres Jombang saat sedang mengirim barang di wilayah Kecamatan Mojoagung, Jombang, Senin (7/10) sore.

"Tim kami berhasil menangkap seorang kurir sabu-sabu atas nama BD. BD ini sudah melakukan aksinya sebagai kurir sabu selama 1 tahun, dan belum pernah tertangkap karena kelicikannya dan keahliannya," ungkap Mukid saat melakukan rekontruksi penangkapan, di Mapolres Jombang, Rabu (9/10).

Dijelaskan Mukid, pelaku mendapatkan barang dari Kota Surabaya dengan sistem ranjau. Sabu dari BD ini kemudian dikirim untuk wilayah Mojokerto dan Jombang.

Saat ditangkap, dari tangan pelaku berhasil diamankan sabu-sabu sebanyak 0,5 ons. Sabu tersebut sudah dikemas dalam bentuk paket hemat berukuran 1-2 gram. Barang bukti yang berhasil diamankan tersebut, sambung Mukid, seharga Rp 70 juta.

"Barang sebagian diturunkan di Mojokerto. Kemarin saat kita tangkap barang buktinya hampir setengah ons, sisa dari pengiriman. Total barang senilai hampir Rp 70 juta," terangnya.

Menurut keterangan Mukid, kurir sabu tersebut rutin mengambil barang setiap bulannya ke Surabaya. Dalam sebulan itu, setiap minggunya bisa mengambil barang sebanyak 2 ons atau sekitar Rp 280 juta.

"Diakui dari tersangka, kurir ini mendapat upah Rp 1-1,5 juta per sekali ngambil. Jadi kalau sebulan 4 kali itu, ia mendapatkan upah sebesar Rp 6 juta," bebernya.

Sementara, polisi saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap bos dari pelaku kurir sabu itu atau pemilik barang. Dikatakan Mukid, pihaknya sudah mengantongi nama dari pemilik barang haram itu, yakni AR.

"Kita masih dalami AR ini, tenang keberadaan rumahnya. Kita akan berkoordinasi dengan Polda Jatim berkaitan dengan IT. Karena mereka komunikasi ini tanpa adanya nomer yang keluar dari panggilan si BD ini," kata Mukid.

Selain barang bukti sabu, polisi juga berhasil mengamankan barang berupa satu alat timbang elektrik dan uang tunai Rp 450 ribu, yang diduga sebagai hasil penjualan sabu. 

Untuk menjerat kasus ini, polisi menjerat dengan Pasal 114, 112 UU 35 tahun 2009. "Kita ancam hukuman penjara 25 tahun dan maksimal seumur hidup," pungkas nya.(*)


End of content

No more pages to load