Empat mahasiswa Fakultas Peternakan UB yang membuat produk masker Bombyx Mask. (Foto: istimewa)

Empat mahasiswa Fakultas Peternakan UB yang membuat produk masker Bombyx Mask. (Foto: istimewa)



Tuberkulosis atau TBC/TB masih menjadi momok bagi Indonesia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia dengan jumlah kasus 842 ribu, di bawah India dengan 2,74 juta kasus dan China di posisi kedua sebanyak 889 ribu.

Kerugian ekonomi yang harus ditanggung negara untuk mengobati pasien tuberkulosis mencapai Rp 130 miliar per tahun dan Rp  6,2 miliar per tahun untuk pasien multidrug-resistant tuberculosis (TB MDR).

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menargetkan pada 2030 mendatang insiden TBC menurun 80 persen dan 2050 tidak ada lagi kasus baru TBC.

TBC sendiri merupakan penyakit menular langsung yang ditularkan antar manusia lewat semburan dahak atau udara.

Dalam rangka melakukan pencegahan penyakit TBC ini, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) yang terdiri dari Muhammad Andika Yudha Harahap (angkatan 2016), Velia Berliana (2016), Himatul Ulya Al Ulumum Iyah (2017), dan Siti Nur Ulpa (2017) membuat inovasi masker mulut berbahan kokon ulat sutera.

Produk masker mulut tersebut bernama Bombyx Mask, terbuat dari lapisan-lapisan filamen berisi pupa (kokon) ulat sutera. Lalu ditambahkan daun tanaman herbal tropis asli Indonesia yang dihasilkan melalui penerapan technology open top roller (OTR).

"Bombyx Mask mengandung anti-bakteri yang bermanfaat melindungi jaringan kulit dan menyaring sirkulasi udara kotor," ujar Andika. Sementara, kandungan fibroin (protein dalam kokon) mencegah timbulnya jerawat. 

Terdapat pula campuran minyak atsiri yang memberikan aroma relaksasi saat menghirupnya. Oleh karena itu, produk ini juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif terapi stres pada sel saraf.

Andika mengatakan, ide pembuatan Bombyx Mask ini berawal dari meningkatnya angka penderita penyakit TBC di Indonesia. "Penderita mengalami gejala batuk berdahak yang dengan mudahnya dapat menginfeksi orang lain sehingga penggunaan masker sangat diperlukan," pungkas nya.

Lewat produk tersebut, mereka mengantongi juara I dalam lomba pendamping Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Ke-32 cabang ide bisnis.


End of content

No more pages to load